roket hijau rp. 125.000

roket  hijau rp. 125.000
roket untuk pemula rp. 125.000

Minggu, 04 Juli 2010

Rokok Elektronik tanpa Nikotin

Rokok Elektronik tanpa Nikotin

ROKOK elektronik telah menjadi perbincangan populer akhir-akhir ini. Rokok elektronik atau disebut juga electronic cigarette (e-cigarette) berbentuk dan memiliki rasa laiknya rokok biasa, tapi dianggap sebagai satu cara merokok paling sehat.

Peralatan merokok elektronik berteknologi tinggi ini memberi kandungan nikotin kepada konsumennya. Namun bedanya, tak ada satu pun bahan kimia dan tar yang diberikan secara langsung seperti pada rokok konvensional. Di tengah skeptisisme yang terjadi, terdapat penelitian di Amerika Utara terhadap 40 perokok dari usia 25 hingga 65 tahun yang pernah mencoba setidaknya satu produk terapi rokok sebelumnya, untuk meneliti efek rokok elektronik dalam menghentikan kebiasaan merokoknya.

Penelitian ini meneliti dan mengukur berbagai klaim, mitos, hingga fakta tentang rokok elektronik. Tiap-tiap partisipan diberi sebuah rokok elektronik, dan kebiasaan merokok mereka akan diteliti selama 30 hari. Mereka diberi 20 kapsul yang mengandung 16 miligram niko-tin serta 50 miligram kapsul tanpa nikotin bersama rokok elektronik mereka. Untuk men-dokumentasikan hasilnya, para partisipan melaporkan analisis harian mereka.

Semua produk rokok elektronik yang digunakan merupakan sumbangan dari perusahaan e-cigaretle terkemuka, Smoking Stick. Wadahnya yang mirip kotak rokok konvensional milik Smoking Stick dan juga cliarger yang terintegrasi di dalamnya dianggap sebagai desain e-cigarette paling praktis.

Hanya empat minggu

Di awal penelitian, semua partisipan menggunakan kapsul nikotin dari Smoking Stick sebanyak satu tabung yang terisi penuh (16 mg). Jumlah ini kira-kira setara dengan satu pak rokok tradisional. Dalam kurun waktu tujuh hari pertama, sebanyak 87% partisipan melaporkan energi mereka meningkat dan ada perasaan yang lebih sehat. Namun, lima dari 40 partisipan memilih untuk berhenti menggunakan rokok elektronik setelah minggu pertama penggunaan.

Dari 35 orang partisipan tersisa, 72% di antaranya tetap melanjutkan pemakaian nikokan nikotin setengah tabung, sedangkan 51% partisipan lebih memilih tabung bebas nikotin untuk digunakan dalam rokok elektroniknya. Studi statistik penelitian ini juga menyebutkan bahwa 29 dari 40 orang yang menjadi relawan telah behenti merokok setelah 30 hari. Seluruh partisipan yang berhasil bertahan hingga minggu keempat (87! i dari total keseluruhan) bahkan melaporkan mereka mampu menghemat pengeluaran lebih dari US$150 dalam jangka waktu 30 hari.

Hasil penelitian ini boleh jadi mengubah kebijakan pemerintah Australia tentang rokok elektronik. Hingga bulan April lalu, di Australia dan Selandia Baru, rokok elektronik dengan tabung nikotin belum tersedia dan penjualannya ilegal. Di Selandia baru.

Kementerian Kesehatan meminta agar rokok elektronik yang memberikan tabung nikotin di dalamnya diklasifikasikan dalam Undang-Undang Obat. (VOf ficialwire/ News-medical/M-6)tin sebanyak satu tabung penuh (16 mg) pada minggu kedua. Sementara 28% lainnya mulai mengurangi kadar nikotin hingga menjadi setengah tabung. Peneliti menyebutkan, mulai ada tanda-tanda penurunan tajam dalam hal kecanduan nikotin.

Memasuki minggu ketiga, jumlah partisipan yang menggunakan kadar nikotin 16 mg per hari turun menjadi 51% saja. Partisipan yang menggunakan peluru Smoking Stick sebanyak setengah tabung malah mengalami peningkatan di angka 31% dari 35 orang yang tersisa. Di minggu ketiga, hampir 30% atau sekitar 12 partisipan mengaku memiliki gaya hidup lebih sehat dengan melakukan olahraga dan diet.

Para peneliti mengaku cukup terkejut dengan pencapaian di minggu terakhir. Pada minggu keempat, hanya 12% atau sekitar lima orang saja yang menggunakan Smoking Stick dengan tabung berisi nikotin 16 mg. Sebanyak 37% partisipan yang melanjutkan pemakaian rokok elektronik mereka menggunakan nikotin.



sumber: http://bataviase.co.id/node/234622

Bagaimana rokok elektronik ini berfungsi?

Kalaulah seseorang dah merokok, apa halangan sekalipun mereka tidak akan lupakan bahan itu. Keluar fakta yang mengatakan rokok itu bahaya, rokok naik harga pun, mereka tidak akan berhenti dengan mudah. Perokok bukan sahaja membahayakan diri sendiri, juga membahayakan orang sekelilingnya yang menghidu asap rokok terbabit. Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4,000 bahan kimia beracun yang membahayakan. Racun yang paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Nasib baik saya tidak terjebak dengan kegiatan ini.

Disebabkan itu, perokok bolehlah bertukar kepada rokok yang berelektronik. Pelik bukan, rokok pun boleh dibuat secara elektronik. Jadi ia bolehlah dikatakan sebagai gajet rokok elektronik. Rokok elektronik atau dikenali E-cigarette adalah produk berteknologi tinggi yang dihasilkan untuk perokok merokok dengan lebih selamat. Rokok elektronik tidak memiliki kandungan tar, karbon monoksida dan bahan kimia yang menyebabkan kanser.

Rokok elektronik tidak memerlukan pemetik api untuk di hidupkan. Perokok hanya perlu menghisap rokok elektronik dan secara automatik komponen elektronik didalamnya akan dihidupkan. Kelebihannya adalah perokok boleh menghisap rokok elektronik ini di mana-mana sahaja kerana ia tidak mengeluarkan asap yang merbahaya. Malahan boleh juga menghisap di kawasan larangan merokok kerana belum ada kawasan untuk larangan merokok rokok elektronik.

Bagaimana rokok elektronik ini berfungsi?

Rokok elektronik terdiri daripada tiga bahagian utama iaitu bateri, atomizer dan katrij nikotin. Apabila pengguna menyedut rokok elektronik, cip elektronik akan mengesan pengaliran udara di dalamnya. Kemudian microprocessor akan menghidupkan atomizer yang akan mencampurkan nikotin cair dan udara. Hasilnya, penghisap rokok elektronik akan mendapat dos nikotin yang diperlukan.

Proses ini mengeluarkan wap yang seakan-akan sama dengan asap rokok biasa. Oleh kerana ia adalah wap dan bukannya asap, maka ia tidak mengandungi Karbon Monoksida, tidak berbau dan secara langsung, tidak merbahaya. Microprocessor juga akan menyalakan LED yg berwarna oren supaya menampakkan seperti rokok yang terbakar ketika di hisap.



sumber: http://shahrulnizam.com/ketagih-rokok-hisaplah-rokok-elektronik/

rokok elektronik

Rokok Elektronik

Kamis, 07 Mei 2009


Merokok, sekarang tak perlu lagi takut beresiko kena kanker. Sebuah alternatif merokok tanpa kanker, telah ditemukan dengan ganti berupa gadget rokok eletronik.

Setelah berkali-kali melakukan ujicoba, akhirnya Milano, nama merk sekaligus nama perusahaan pengembang rokok eletronik itu, mengumumkan mereka mengeluarkan gadget baru rokok eletronik yang lebih sehat. Gadget itu mirip seperti rokok biasa, namun bedanya tak ada lagi tembakau dan abu rokok.

Perokok masih bisa menemukan keasikan sentuhan memegang sebatang rokok, dan tentu saja keasyikan mengebulkan asap rokok melalui kedua lubang hidung Anda. Tetapi bedanya, rokok eletronik ini tak akan habis-habis Anda hisap, tak seperti kalau Anda membakar tembakau pada rokok kretek biasa. Karena rokok ini diaktifkan melalui baterai eletronik yang bisa dicarge ulang, sehingga Anda tak perlu lagi asbak rokok yang jorok itu.

Tidak ada kandungan tar, asam karbon monoksida yang mencemari udara, dan tidak ada zat-zat kimia toksikologi yang rawan menjadi penyebab kanker. Hanya disediakan cairan kimia nikotin dalam kadar yang sesuai kebutuhan normal manusia. Nikotin adalah zat perangsang aktif otak yang membuat orang merasa lebih aktif. Orang merokok biasanya bertujuan untuk memperoleh nikotin itu, sehingga membuatnya ketagihan.

Milano, menjual gadget rokok eletronik ini seharga 39,99 Euro atau sekitar Rp 550 ribu per bungkus. Bentuknya seperti sebatang rokok biasa, yang didalammnya berisi nikotin padat yang bisa menguap, berubah menjadi asap rokok, karena panas dari energi baterai rokok. Materi nikotin menjadi satu-satunya kandungan dalam rokok elektronik, ini berbeda dengan rokok kretek biasa yang berisi tembakau organik alam yang mengandung sekitar 4 ribu berbagai materi kimia dan tar.

Rokok ini diaktifkan dengan baterai yang bisa dicarge ulang, memiliki ujung rokok berwana merah seperti api rokok yang menyala ketika dihisap, juga mengepulkan asap ketika dihisap, sehingga tampak nyata. Milano mengklaim, rokok elektronik produknya tidak akan menyebabkan kanker karena hanya berisi nikotin.

Jika Anda membeli sebungkus rokok elektronik, akan berisi 3 batang rokok lengkap dengan baterainya dan materi nikotin yang sudah berada didalamnya. Satu batang rokok ini sebanding dengan 20 – 30 batang rokok kretek filter. Sedangkan charger baterai rokok, Anda harus membeli secara terpisah. Anda juga bisa membeli eceran per batang rokok.

“Saya tidak melihat alasan rokok elektronik dilarang dirokok di tempat-tempat umum. Pelarangan rokok ditempat umum hanya untuk asap rokok yang mengandung berbagai zat berbahaya, bukan pada nikotin,” ujar jurubicara Departemen Kesehatan Inggris mengenai gadget rokok elektronik ini.TWMPOINTERAKTIF

sumber: http://artikel-kesehatan-masyarakat.blogspot.com/2009/05/rokok-elektronik.html

Rokok Elektronik / E-cigarette E-health untuk kesehatan dan terapi berhenti merokok

Elektrik atau e-cigarette adalah rokok yang dirancang khusus dibuat untuk para perokok yang ingin BERHENTI merokok atau setidaknya MENGURANGI kebiasan merokok tradisional dengan cara yang NYAMAN dan terbukti 99.9% aman dan Ramah lingkungan karena telah mendapatkan Certificate CE n ROH.

Electronic cigarette atau e-cigarette adalah produk rokok elektronik yang beroperasi dengan menggunakan baterai. Uap nikotin yang dihasilkan oleh e-cigarette dapat di hirup oleh si penghisap rokok tersebut.
Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok biasa.


Kelebihan menggunakan rokok elektrik "HEALTH E-CIGARETTE" :
  1. Aman, bebas dari -+4000 jenis bahan kimia (yang terkandung dalam rokok biasa) yang menyebabkan
  2. Kanker paru,otak,rahim, ginjal, mulut, gigi hitam & rusak, mulut bau, kerusakan pembuluh darah
  3. (penyebab gagal jantung & impotensi).
  4. 100% bebas dari Api yang membakar & Asap yang beracun(CO, Pb, Hydrogen Cyanide, Methane, dll)
  5. Anda bebas merokok dimana saja karena HEALTH hanya memproduksi asap dan api buatan yang 100% aman & tidak berbau.
  6. Ramah Lingkungan dan berteknologi tinggi (Nano teknologi).
  7. HEALTH, Anda membuktikan bahwa Anda menyayangi Diri Anda, Keluarga Anda dan lingkungan sekitar.
  8. Praktis, baterai dapat di isi ulang (di charge) dan dapat di pergunakan berulang-ulang.
  9. Tanpa abu rokok, sehingga agan2 tidak perlu menyediakan asbak dan membersihkan ceceran abu dimanapun anda merokok.
  10. Sebagai alat terapi bagi yang ingin menghentikan kebiasaan merokok

Cara Kerja dan Bagian dari E- Health Cigarette



sumber : http://www.forumkami.com/forum/kesehatan/49629-rokok-elektronik-e-cigarette-e-health-kesehatan-terapi-berhenti-merokok.html

rokok kesehatan

Keistimewaan Rokok Elektronik :Picture
1. Tdk mengandug TAR & tdk benar-benar asap (hanya uap). Hanya mengandung Nicotine.
2. ramah lingkungan, Tdk ada zat kanker , tdk pakai asbak, tidak ada puntung rokok, tdk ada bau yg mengerikan & tdk ada polusi udara (tidak mengandung Co2)
3. Tidak khawatir pakaian Anda menjadi bolong karena api/bara tembakau (karena rokok elektronik ini tidak menimbulkan api/bara).
4. Menggunakan rokok elektronik kesehatan, Anda tidak perlu khawatir tentang bau mulut dan gigi kuning.
5. Penggunaan rokok elektronik kesehatan tidak berbahaya bagi orang-orang di sekitar Anda, Tidak berbahaya bagi perokok pasif. Rokok elektronik kesehatan bekerja pada baterai yang dapat diisi ulang.
6. Tidakmenyebabkan dada terasa panas sprti pada saat merokok tembakau pada umumnya.
7. Bisa dipakai di segala ruangan karena tidak menimbulkan polusi (Co2),
misal: ruangan/ mobil ber-AC, kereta ber-AC, pertokoan/mall serta dalam pesawat dan di tempat2 yg melarang Anda utk merokok.
8. Sbg TERAPI utk Anda yg ingin BERHENTI MEROKOK.
9. Lebih \"MENGHEMAT UANG\" Anda.

Milano, menjual gadget rokok eletronik ini seharga 39,99 Euro atau sekitar Rp 550 ribu per bungkus. Bentuknya seperti sebatang rokok biasa, yang didalammnya berisi nikotin padat yang bisa menguap, berubah menjadi asap rokok, karena panas dari energi baterai rokok. Materi nikotin menjadi satu-satunya kandungan dalam rokok elektronik, ini berbeda dengan rokok kretek biasa yang berisi tembakau organik alam yang mengandung sekitar 4 ribu berbagai materi kimia dan tar.

Berapa bungkus sehari anda menghabiskan rokok?
Coba kita kalkulasikan1 hari = 1 bungkus rokok Rp. 10 rb
dalam 1 bulan =Rp.300.000 mahal bukan?


Sudah tersedia 3 macam type Rokok Elektrik dari harga 225 - 350 rb.

Ada berbagai macam rasa : Gudang garam , Djisamsu, Djarum super, Mild, Marlboro, menthol Kopi mint, kopi, anggur,

Rokok ini diaktifkan dengan baterai yang bisa dicarge ulang, memiliki ujung rokok berwana merah seperti api rokok yang menyala
ketika dihisap, juga mengepulkan asap ketika dihisap, sehingga tampak nyata.


sumber : http://itnu.kabarku.com/Rokok-Elektronik-19072/

Wow… stop merokok dengan rokok elektronik ( e ciggarate)!

Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah bagi mereka yang tergolong perokok berat. Namun dengan e-Cigarette, alat elektronik besutan perusahaan Cina, belajar untuk berhenti merokok bukan lagi jadi hal yang sulit.

Rokok elektronik pertama di dunia ini pertama kali dikembangkan tahun 2003 oleh perusahaan SBT Co. di Beijing, Cina, yang kini diambil alih oleh Golden Dragon yang juga berbasis di Beijing.

“Rasanya seperti rokok, bentuknya seperti rokok dan alat inipun bahkan mengeluarkan asap,” jelas Scott Fraser, Vice President SBT Co. seperti dikutip detikINET dari SMH, Minggu (13/5/2007).

Rokok Elektronik bernama Ruyan e-Cigarette tersebut merupakan perangkat rokok bertenaga baterai yang membawa nikotin ke alat hirup dan dapat mengeluarkan asap. Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok tradisional.

Untuk saat ini, pesaing produk ini dalam hal alat ‘pengganti rokok’ untuk mereka yang berusaha mengalihkan kebiasaan merokok masih terbatas di produk konvensional seperti permen karet dan inhaler.

“Dalam banyak hal, pengalamannya sama seperti merokok biasa. Inilah yang membuat kami beda,” tukas Scott.

Rokok elektronik tersebut dijual dengan harga US$208 dan kini sudah tersedia di pasaran untuk negara Cina, Israel, Turki dan beberapa negara bagian Eropa.

Sumber : http://health.detik.com dan wikipesia.com

An electronic cigarette, also known as an e-cigarette or personal vaporizer, is a battery-powered device that provides inhaled doses of nicotine by way of a vaporized solution. It is an alternative to smoked tobacco products, such as cigarettes, cigars, or pipes. In addition to purported nicotine delivery,[1] this vapor also provides a flavor and physical sensation similar to that of inhaled tobacco smoke, while no smoke or combustion is actually involved in its operation.

An electronic cigarette takes the form of some manner of elongated tube, though many are designed to resemble the outward appearance of real smoking products, like cigarettes, cigars, and pipes. Another common design is the “pen-style”, so named for its visual resemblance to a ballpoint pen. Most electronic cigarettes are reusable devices with replaceable and refillable parts. A number of disposable electronic cigarettes have also been developed.
History

The electronic cigarette was first developed with a registered patent, in April 2003 by SBT Co. Ltd., a Beijing-based company, which is now controlled by the Golden Dragon Group Ltd. In 2004, Ruyan took over the project to further develop the emerging technology. Ruyan officially absorbed SBT Co. Ltd. and their name was changed to SBT RUYAN Technology & Development Co., Ltd. Already in May 2004, Ruyan sold the first electronic cigarette in China. In its first 3 years of production, SBT RUYAN saw steady increases in sales, from $13 million HKD ($1.7 million USD) in 2004 to $136 million HKD ($17 million USD) in 2005, and $286 million HKD ($37 million USD) in 2006.[2]
[edit] Operation

In automatic models, when a user inhales through the device, air flow is detected by a sensor, which activates a heating element that vaporizes a nicotine solution stored in the mouthpiece.[3] On manual models, the user must depress a button to activate the heating element to produce vapor which is then inhaled by the user. On most models an LED on the opposite end of the device is also activated during inhalation, which serves as an indicator of use. The LED color is usually a matter of preference, as the most widely used electronic cigarettes come with options for many different ones.
[edit] Components
A disassembled cigarette-shaped electronic cigarette.
A. LED light cover
B. battery (also houses circuitry)
C. atomizer (heating element)
D. cartridge (mouthpiece).

While electronic cigarettes take many forms, they each generally employ the same basic components: a mouthpiece, a heating element, a rechargeable battery, and various electronic circuits.
[edit] Mouthpiece (“cartridge”)

The mouthpiece is a small disposable plastic cup-like piece affixed to the end of the tube. Inside the mouthpiece is a smaller plastic cup which holds an absorbent material that is saturated with a flavored liquid solution that may contain nicotine.[4] This inner cup is made such that air is able to flow around it and through a hole in the end of the outer piece; this is necessary for the device to provide the ability for suction to move the vapor into the user’s mouth. The mouthpiece is referred to in the industry as a “cartridge”. When the liquid in the cartridge has been depleted, it can either be refilled by the user or replaced with another pre-filled cartridge.
As an alternative to the traditional plastic mouthpiece, some manufacturers have created dedicated mouthpieces just for dripping, such as Super-T manufacturing’s stainless steel T-Tip drip tip.

Another alternative to using cartridges is the direct dripping method using drip tips. By removing the absorbent material, one is able to simply remove the plastic mouthpiece and drip several drops of e-liquid directly onto the atomizer bridge. To further ease dripping, some manufacturers have created specialty mouthpieces made of stainless steel or plastic that are intended just for dripping and do not require removal each time you drip.
[edit] Heating element (“atomizer”)

The heating element serves to vaporize the liquid in the mouthpiece so that it can be inhaled. This component is referred to in the industry as an “atomizer”. Atomizers have a finite life of about one month (on average) and are one of the recurring expenses associated with electronic cigarettes. Some models combine an atomizer and pre-filled cartridge into one disposable component referred to as a “cartomizer”.
[edit] Battery and electronics
An electronic cigarette battery connected to a USB charger.

Most electronic cigarettes employ a lithium-ion rechargeable battery to power the heating element. Battery life varies depending on the battery type and size, frequency of use, and operating environment. Many different battery charger types are available, such as wall outlet, car, and USB chargers. The battery is generally the largest component of an electronic cigarette.

Some electronic cigarettes employ an electronic airflow sensor to automatically activate the heating element upon inhalation, while other models require the user to press a button while inhaling. Various other electronic circuits are usually employed as well, such as a timed cutoff switch to prevent overheating and a colored LED to signal activation of the device.

Traditionally, electronic cigarettes have utilized an electronic means of activation. This involved the use of small tactile switches, vacuum switches and the related wiring and electronics necessary to run them. Users soon discovered these could be unreliable. With the advent of “mods”, several manufacturer’s have created all mechanical electronic cigarettes that eliminate the use of any wiring, solder or electronics in an effort to improve switch reliability.

While some larger electronic cigarette models employ a user-replaceable standard-size battery cell, many models are too small to house a standard-size cell and instead require a proprietary component made by the electronic cigarette manufacturer. For those models, the battery and electronic components are housed within a single replaceable part, which is still generally referred to in the industry simply as the “battery”.
[edit] Nicotine solution

Nicotine solutions sold separately for use in refillable cartridges are sometimes referred to as “e-liquid” or “e-juice”, and commonly contain some amount of flavoring, with several different flavors available. They consist of nicotine dissolved in propylene glycol (PG) and/or glycerin (glycerol). Both PG and glycerin are common food additives.

Solutions are also available in differing nicotine concentrations, to let the user decide the amount of nicotine to be taken in. Concentrations range from Zero Nicotine, low and midrange doses (6–8 mg/ml and 10–14 mg/ml respectively), to high and extra-high doses (16–18 mg/ml and 20–54 mg/ml respectively). The concentration ratings are often printed at the e-liquid bottle or cartridge, although the standard notation “mg/ml” often gets abbreviated to just “mg”. Solutions are also available that contain no nicotine at all.[3]

Some flavor varieties attempt to resemble traditional cigarette types, such as regular tobacco and menthol, and some even attempt to mimic specific cigarette brands, such as Marlboro or Camel. Fruit and other flavors are also available, such as vanilla, caramel, and coffee.

New York, Rokok elektronik atau yang dikenal dengan e-cigarette merupakan alternatif bagi perokok yang ingin berhenti merokok. Namun rokok elektronik diduga sama bahayanya dengan rokok biasa.

Electronic cigarette atau e-cigarette adalah produk rokok elektronik yang beroperasi dengan menggunakan baterai. Uap nikotin akan dihasilkan oleh e-cigarette dan akan masuk ke tubuh seseorang ketika ia menghirupnya.

Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok tradisional.

Sama halnya dengan koyo nikotin, e-cigarette juga berfungsi sebagai pemberi asupan nikotin bagi tubuh. Awalnya produk ini akan menggantikan fungsi rokok biasa, namun secara perlahan-lahan bisa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok.

Meski cukup membantu perokok yang ingin berhenti, namun produk ini dianggap masih berbahaya karena sedikitnya studi yang membuktikan keamanannya.

“Pengetahuan kami tentang efek jangka panjang penggunaan e-cigarette sangatlah terbatas,” kata Andreas Flouris dari Institute of Human Performance and Rehabilitation, Yunani seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (21/1/2010).

Beberapa pihak yang meragukan keamanan produk ini adalah Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan Health New Zealand (HNZ).

FDA mengindikasi beberapa racun dalam produk e-cigarette yang bisa meningkatkan potensi bahaya untuk kesehatan, sama halnya dengan rokok biasa yang terbuat dari tembakau. Namun dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan kecurigaan FDA.

“Strategi dan produk-produk alternatif rokok memang akan selalu diterima selama bisa mengurangi dampak buruk untuk kesehatan, tapi tetap saja harus diwaspadai bahayanya,” tutur Andreas.

sumber : http://adhimaswijaya.wordpress.com/2010/06/21/wow-stop-merokok-dengan-rokok-elektronik-e-ciggarate/

Rokok Elektronik Bertenaga USB Yang Sehat

Thanko selalu menawarkan berbagai produk USB yang sehat. Dan salah satu produk mereka adalah rokok elektronik versi USB yang memberikan kenikmatan serupa dengan sebatang rokok sungguhan tanpa harus merusak kesehatan orang lain disekitar anda.

Tetapi alat ini ini tidak mengandung nikotin atau tar karena produk ini menggunakan elemen pemanas untuk menguapkan suatu pengganti nikotin yang dapat memberikan kenikmatan merokok yang lebih sehat.

Tentu saja produk ini menggembirakan bagi semua pihak, untuk para perokok dapat mengurangi konsumsi kadar nikotin dan menjaga gigi tetap putih, sedangkan untuk orang lain tidak akan terganggu dengan asp rokok atau menjadi perokok pasif serta dapat mengurangi resiko kebakaran.

Tapi sayangnya memang harganya masih cukup mahal karena Thanko USB Cigarette ini dijual dengan harga 2980 Yen atau sekitar 33 US$. (Techfresh)

Artikel Terkait :
  1. Rokok dan Gigi
  2. Rokok, Gandakan Risiko Stroke Pada Perempuan
  3. Rokok Modern Lebih Berbahaya daripada Rokok ‘Jadul’
  4. Rokok dan Perempuan
  5. Berusaha Sehat Meski Merokok

sumber: http://www.untukku.com/berita-untukku/rokok-elektronik-bertenaga-usb-yang-sehat-untukku.html